Rabu, 22 Februari 2012

GEJALA ALAM DI INDONESIA



Gejala alam yang terjadi di permukaan bumi pada umumnya dipengaruhi oleh keadaan atau kenampakan muka buminya. Kenampakan muka bumi yang dimaksud adalah kondisi geologis serta keadaan relief muka buminya. Secara geologis, negara Indonesia dilalui oleh dua rangkaian pegunungan muda yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. Kondisi tersebut menyebabkan negara kita rawan terjadi peristiwa alam berupa letusan gunung api. Sementara itu kondisi relief muka bumi seperti kemiringan lereng, keadaan tanah, dan tumbuhan dapat memengaruhi terjadinya peristiwa banjir dan tanah longsor.Gejala atau peristiwa alam yang bersifat merusak dan merugikan manusia sering disebut bencana alam.
Bencana alam pada umumnya tidak dapat diperkirakan kapan terjadinya. Hal ini dikarenakan bencana alam terjadi karena adanya faktor-faktor alam  itu sendiri. Namun demikian, bencana alam juga dapat terjadi karena ulah manusia yang kurang bertanggung jawab dalam memanfaatkan alam. Berikut ini akan kita pelajari lebih lanjut berbagai peristiwa alam di Indonesia.

1 . Peristiwa  Alam  yang  Terjadi  karena  Faktor  Alam

Peristiwa  alam  yang  terjadi  karena  faktor  alam  biasanya  tidak  dapat diketahui secara  pasti  kapan akan  terjadinya.  Berbagai  peristiwa  alam  di Indonesia  yang  terjadi  karena  faktor  alam  adalah  gempa  bumi,  tsunami, gunung meletus, angin topan, perubahan iklim, serta banjir.
a . Gempa  Bumi
Gempa  bumi  merupakan  peristiwa goncangan  atau  pergerakan lapisan kerak bumi secara tiba-tiba karena adanya tenaga dari dalam bumi.
KERUSAKAN AKIBAT GEMPA
Gempa  dapat  disebabkan karena  adanya  tabrakan  lempeng  bumi,  aktivitas  gunung  api,  atau  adanya runtuhan  gua  atau  tanah.
SEISMOGRAF
Gempa  yang  terjadi  karena  adanya  tabrakan antarlempeng disebut gempa tektonik. Gempa bumi yang terjadi sebagai akibat adanya letusan gunung api  disebut  gempa  vulkanik. Sementara gempa bumi yang terjadi karena adanya runtuhan gua atau tanah disebut gempa terban. Gempa bumi menyebabkan  goncangan  atau  getaran yang besarnya beragam. Ada yang sangat kecil goncangannya sehingga sulit dirasakan sampai pada goncangan yang dahsyat yang dapat menimbulkan kerusakan.  Besar  kecilnya kekuatan gempa dapat diukur dengan  menggunakan  alat pencatat gempa yang disebut seismograf. Ukuran  besar kecilnya  gempa  umumnya digunakan skala Richter. Pusat gempa di dalam permukaan bumi disebut hiposentrum, sedangkan pusat gempa di permukaan bumi disebut episentrum.
Wilayah  Indonesia  secara geologis terletak  di antara pertemuan Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia. Selain itu  negara kita juga memiliki banyak gunung api aktif. Hal tersebut menyebabkan negara kita rawan terjadi gempa bumi tektonik dan gempa bumi vulkanik. Gempa  bumi  termasuk peristiwa alam yang merugikan kehidupan manusia, karena dapat menimbulkan kerusakan  di muka bumi.
b . Tsunami
Tsunami berasal dari bahasa Jepang tsu  yang berarti pelabuhan, dan  nami  berarti gelombang. Dengan demikian secara  bahasa
KERUSAKAN AKIBAT TSUNAMI
tsunami  dapat  diartikan  sebagai  gelombang  pasang laut  yang besar di pelabuhan. Adapun pengertian tsunami secara umum adalah gelombang laut dengan  kecepatan tinggi  yang ditimbulkan  oleh adanya  gangguan yang bersifat tiba-tiba dari dasar laut. Tsunami dengan  gelombang  tertinggi  yang  pernah tercatat adalah gelombang  tsunami  akibat letusan Gunung Krakatau (1883) setinggi 42 meter.  Gelombang besar tersebut yang mengakibatkan kerusakan dan kehancuran di permukaan bumi, menimbulkan korban jiwa dan kerugian harta benda. Masih ingatkah kalian tsunami yang melanda Nanggroe  Aceh Darussalam? Bagaimanakah  kondisi  Aceh setelah  diterjang tsunami?
Indonesia adalah negara kepulauan sekaligus merupakan daerah pertemuan tiga  lempeng besar yang aktif. Ketiga  lempeng tersebut adalah
Lempeng Pasifik, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Eurasia. Kondisi tersebut menyebabkan wilayah Indonesia sangat labil sehingga rawan terjadi peristiwa gempa bumi dan tsunami.

c . Gunung  Meletus
Gunung meletus adalah aktivitas gunung api yang mengeluarkan mate rial  berupa  bahan  padat,  cair,  dan  gas  yang  ada  di  dalam  perut  bumi  ke permukaan bumi. Gunung meletus umumnya dapat terjadi pada gunung api yang  masih aktif. Istilah  gunung  api digunakan untuk menyebut setiap lubang dalam kerak bumi yang dilalui batuan cair, gas, dan pecahan-pecahan batuan saat meletus. Istilah gunung api juga digunakan  untuk  menyebut  bentuk-bentuk  tanah  yang  secara  perlahan meninggi saat material-material masih diendapkan pada permukaan setelah beberapa letusan. Adapun gunung api aktif adalah gunung api yang masih menunjukkan aktivitas vulkanik. Aktivitas vulkanik tersebut dapat berupa semburan  awan  panas, mengeluarkan api, dan  sebagainya. Sementara  itu gunung yang sudah tidak menunjukkan aktivitasnya disebut gunung mati. Letusan  gunung  api  terjadi  ketika  magma  keluar  dari  perut  bumi  ke permukaan bumi. Adapun  magma    adalah  campuran  batuan  dan  berbag ai campuran mineral yang bersifat cair  dan sangat  panas. Saat terjadi gunung meletus banyak bahan-bahan dan material yang keluar dari gunung api yang bersifat gas,  cair,  dan  padat.
Bahan  cair yang dikeluarkan  saat letusan gunung api berupa lava  dan  lahar. Lava  adalah magma  serta  segala  benda  yang sudah mencair yang dimuntahkan oleh gunung api dan sampai di permukaan bumi. Sementara lahar adalah debu vulkanik yang bercampur dengan air, baik air dari hujan atau air danau kawah yang mengalir dari puncak gunung menuju lereng gunung. Selain itu letusan gunung juga mengeluarkan bahan padat yang berupa bom (bongkahan batu besar), lapili (batuan kecil atau kerikil), dan abu vulkanis.
Indonesi a memiliki kurang lebih 129 gunung api, 70 diantaranya tercatat
pernah  meletus  dalam  rentang  sejarah  sejak  tahun  1600. Di  antara  beberapa  letusan gunung api yang pernah terjadi di Indonesia, letusan terdahsyat terjadi pada Gunung Krakatau pada tahun 1883. Letusan tersebut menghancurkan tiga perempat pulau gunung api ini. Bahkan, letusannya terasa hingga ke Brisbane, Australia. Hujan abu vulkaniknya sampai ke Madagaskar. Letusan itu memicu tsunami yang merenggut kurang lebih 36.000 jiwa.

d . Angin  Topan  dan  Angin  Jatuh
ANGIN TOPAN
Angin  topan  adalah  pusaran angin  kencang  dengan kecepatan  angin 120 km/jam atau lebih. Angin topan sering terjadi di wilayah tropis di antara garis balik Utara dan Selatan, kecuali di daerah-daerah  yang sangat berdekatan dengan khatulistiwa. Angin  topan terjadi  karena adanya  perbedaan tekanan udara yang sangat besar. Kekuatan dan kecepatan angin tergantung pada perbedaan tekanan antara dua daerah, dan jarak antara kedua  daerah  tersebut. Jika pusat yang bertekanan tinggi dekat dengan pusat yang bertekanan rendah, perbedaan tekanan antara dua daerah akan lebih besar dan udara bergerak  lebih  cepat.  Semakin  besar  perbedaan  tekanan,  semakin  cepat udara akan bergerak dan semakin kuat angin yang berembus. Demikian juga semakin dekat dua daerah yang mempunyai tekanan berbeda, semakin cepat angin bertiup di antara daerah-daerah itu. Angin  topan  yang  berembus  dengan kecepatan  sangat tinggi  dapat  mengakibatkan kerusakan. Kerusakan yang ditimbulkan angin topan diantaranya adalah dapat  merobohkan  bangunan,  merusak sarana dan prasarana,  menumbangkan pohon  atau  dapat  menerbangkan  benda- benda yang dilaluinya. Pada daerah pantai, angin topan mengangkat air laut sehingga timbul  gelombang besar. Daratan  bisa tergenang air laut sampai 15 m atau lebih. Angin topan dapat mengganggu pelayaran dan bahkan dapat menenggelamkan kapal-kapal kecil. Selain angin topan, ada juga yang disebut angin jatuh atau angin fohn. Angin jatuh adalah angin yang berembus ke atas puncak  pegunungan dengan suhu yang terus berkurang, kemudian berembus turun sepanjang lereng gunung dengan suhu kembali naik dengan kelembapan yang rendah. Dengan demikian angin yang  turun bersifat  panas  dan kering yang  disebut  angin  jatuh. Angin  jatuh tersebut bersifat merugikan karena umumnya dapat merusak tanaman.

e . Iklim  dan  Perubahannya
Iklim merupakan suatu bentuk  gejala alam  yang  dapat dimanfaatkan oleh manusia. Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca dari suatu wilayah yang
sangat luas dan dalam jangka waktu yang lama. Keadaan iklim suatu negara ditentukan oleh letak lintangnya. Berdasarkan letak lintangnya, secara astronomis Indonesia terletak antara 60 LU – 110 LS dan antara 950 BT-1410BT. Dengan demikian dapat disimpulkan wilayah Indonesia beriklim tropis. Salah satu ciri dari iklim tropis adalah memiliki dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Musim hujan di Indonesia pada umumnya berlangsung dari  bulan  Oktober sampai Maret.  Pada  bulan  ini  kedudukan  matahari  banyak berada  di  belahan  bumi Selatan  (Benua  Australia), sehingga wilayah Selatan akan mengalami pemanasan yang  maksimal.  Hal  ini menyebabkan Benua Australia memiliki  tekanan  udara minimum.  Sementara di belahan bumi Utara (Benua Asia)  yang  mendapatkan panas yang sedikit memiliki tekanan udara maksimum. Kondisi demikian, menyebabkan angin bertiup dari Benua Asi a menuju Benua Australia melalui Samudra Pasifik. Angin ini disebut angin muson Barat  Laut. Angin muson Barat Laut bersifat lembap karena  membawa  uap  air  yang  banyak  dari  Samudra  Pasifik,  sehingga menyebabkan terjadinya hujan di wilayah Indonesia.
Sementara itu musim kemarau di Indonesia  pada  umumnya  berlangsung pada bulan April sampai September. Pada bulan ini kedudukan  matahari  lebih banyak berada di wilayah belahan bumi Utara  (Benua  Asia),  sehingga  kawasan Benua Asia mengalami pemanasan yang maksimal. Hal ini menyebabkan kawasan Benua Asia memiliki tekanan udara minimum. Sementara  belahan bumi  Selatan (Benua Australia) yang mendapat panas matahari yang sedikit memiliki tekanan udara maksimum. Akibatnya  angin bertiup  dari  Benua  Australia  menuju Benua Asia. Angin ini  disebut angin muson Tenggara.

f . Banjir
Banjir  dikatakan  sebagai  gejala  alam murni jika banjir terjadi karena pengaruh alam.  Beberapa  faktor  alam  yang memengaruhi
BANJIR MENGGANGGU ARUS TRANSPORTASI
terjadinya  banjir  adalah curah hujan yang tinggi, daerah yang lebih rendah dibandingkan muka air laut, daerah yang terletak  pada suatu cekungan  yang dikelilingi perbukitan dengan pengaliran air keluar  sempit,  atau  adanya  pasang  naik air  laut.  Selain  itu  banjir  dapat  terjadi karena dampak  ulah manusia, sepertI penggundulan hutan  dan membuang sampah ke sungai.
Banjir adalah suatu gejala alam yang menyebabkan suatu daerah dalam keadaan tergenang oleh air dalam jumlah yang sangat besar melebihi tingkat
normal. Banjir yang membahayakan adalah banjir bandang. Banjir bandang adalah  banjir  yang  datang  secara  tiba-tiba  yang  disebabkan  tersumbatnya sungai maupun karena penggundulan hutan di daerah hulu sungai yang bersifat menghanyutkan. Bencana banjir hampir setiap musim penghujan melanda Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar